
BBPSI Biogen menyelenggarakan Pertemuan Komite Penasehat Teknis
Dalam rangka penyusunan rencana proyek dan anggaran (Annual Workplan and Budget/AWPB) tahun 2025 proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI), Balai Besar Pengujian Stadar Instrumen Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BBPSI Biogen) yang merupakan Executing Agent proyek ini menyelenggarakan Pertemuan Komite Penasehat Teknis (Technical Advisory Committee /TAC) pada Kamis 27 Maret 2025 di Ruang Rapat Lt 4 Sektetariat BSIP.
Tim Komite Penasehat teknis ini terdiri atas Sekretaris BSIP Kementan selaku Ketua Komite, Kepala BBPSI Biogen Kementan selaku wakil ketua komite, Ketua Kelompok LSI BBPSI Biogen Kementan selaku sekretaris komite dan Anggota Komite yaitu Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan; Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan; Kepala PSI Tanaman Pangan, Kementan; Kepala PSI Perkebunan, Kementan; Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Kementerian Kehutanan; Direktur Pangan dan Pertanian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional; Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional; dan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian; Assistant Food and Agriculture Organization Representative (AFAOR for Programme)
Pertemuan ini ditujukan untuk memberikan saran dan panduan teknis kepada proyek, memberikan masukan terkait masalah teknis tertentu kepada Project Management Unit (PMU) dan stakeholder serta memberikan pertimbangan kepada pengambil keputusan yaitu Komite Pengarah Proyek (Project Steering Committee/PSC) terkait persetujuan rencana proyek dan anggaran. Pertemuan ini rencananya akan dilaksanakan setidaknya setahun sekali atau ad hoc berdasarkan kebutuhan pelaksana proyek.
Proyek CDCSUI ini berpotensi untuk memastikan sistem pangan dan mata pencaharian lebih tahan terhadap guncangan dan tekanan, termasuk yang terkait dengan perubahan iklim. Dengan mengatasi keberlanjutan ketahanan pangan, proyek ini akan berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2 “Tanpa Kelaparan” dan secara khusus mendukung target TPB 2.5, yaitu: "Pada 2030, mempertahankan keanekaragaman genetika benih, tanaman budidaya dan pertanian serta hewan domestik dan spesies liar yang terkait dengannya." Tujuan tersebut dicapai melalui pengembangan strategi konservasi dan intervensi kebijakan untuk melindungi, meningkatkan aksesibilitas, serta pemanfaatan keanekaragaman genetik kerabat tanaman liar (Crop Wild Relative). Dengan proyek ini diharapkan kita dapat berkontribusi pada Indikator Utama Proyek Global Environment Facility (GEF) selaku pemberi hibah yaitu lahan dengan pengelolaan lebih baik yang memberikan keuntungan pada keanekaragaman hayati seluas 1.300.000 ha, pengurangan 498.148 ton CO2e, dan jumlah penerima manfaat langsung sebanyak 20.110 orang yang terdiri dari 50% perempuan.